Hacker adalah seseorang yang mahir menggunakan komputer, jaringan, atau keterampilan tertentu untuk mengatasi masalah teknis yang berhubungan dengan komputer/aplikasi/bahasa pemrograman.
Sebenarnya, istilah hacker tidak selalu mengacu pada arti yang negatif loh. Sebutan hacker juga diberikan bagi orang yang sangat andal dalam melakukan suatu teknik atau memperbaiki sistem.
Hacker menggunakan pengetahuan mereka untuk mengeksplorasi sistem komputer dan jaringan, sering kali dengan tujuan memperbaiki, memodifikasi, atau meningkatkan fungsionalitas sistem tersebut. Berikut 10 Jenis Hacker yang umumnya ada:
1. White Hat Hackers
Dikenal sebagai Ethical Hacking, mereka menggunakan keterampilan hacking mereka untuk tujuan yang baik, seperti menguji keamanan sistem, menemukan kelemahan, dan membantu organisasi meningkatkan keamanan mereka.
2. Black Hat Hackers
Ini adalah hacker yang melakukan tindakan kriminal dan ilegal, seperti mencuri data pribadi, meretas sistem, atau melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) untuk keuntungan pribadi atau kepentingan jahat.
Baca Juga: Kegunaan Mengoding: Dari Otomatisasi Hingga Membangun Karir
3. Gray Hat Hackers
Gray hat hacker beroperasi di antara spektrum white hat dan black hat. Mereka mungkin melakukan tindakan hacking tanpa izin, tetapi tidak dengan niat jahat. Misalnya, mereka dapat menemukan kelemahan dalam sistem dan memberi tahu pemiliknya tanpa membocorkannya kepada publik.
4. Green Hat Hackers
Green Hat Hacker merujuk pada seseorang yang baru belajar atau masih pemula dalam dunia hacking dan keamanan informasi. Mereka mungkin memiliki minat dalam mempelajari teknik-teknik hacking, namun belum memiliki pengalaman yang luas atau keterampilan yang teruji dalam praktiknya.
5. Script Kiddies
Ini adalah individu yang memiliki sedikit atau tidak ada pengetahuan teknis tentang hacking tetapi menggunakan perangkat lunak dan skrip yang dibuat oleh orang lain untuk melakukan serangan hacking. Mereka cenderung mencari pengakuan atau memuaskan ego mereka.
6. Hacktivists
Hacktivists menggunakan keterampilan hacking mereka untuk tujuan politik atau aktivisme sosial. Mereka dapat melakukan serangan DDoS, meretas situs web, atau mencuri informasi untuk menyebarkan pesan politik atau sosial.
7. State-Sponsored Hackers
Hacker yang didukung oleh pemerintah atau entitas negara untuk melakukan serangan cyber terhadap target pemerintah, militer, atau bisnis asing. Tujuannya dapat berkisar dari mencuri rahasia negara hingga sabotase infrastruktur kritis.
8. Crackers
Cracker adalah sebutan untuk hacker yang melakukan kegiatan kriminal, seperti meretas sistem atau mencuri informasi sensitif. Istilah ini sering digunakan untuk membedakan mereka dari hacker yang melakukan tindakan hacking secara etis.
9. Social Engineers
Mereka menggunakan teknik manipulasi psikologis dan rekayasa sosial untuk mendapatkan akses ke sistem atau informasi rahasia. Mereka dapat menggoda orang untuk memberikan informasi sensitif atau menjalankan tindakan tertentu.
10. Suicide Hackers
Mereka adalah hacker yang meretas atau mengekspos diri mereka secara terbuka dengan tujuan menciptakan dampak besar atau memperjuangkan suatu tujuan dengan tindakan hacking, seringkali tanpa memperdulikan konsekuensinya.
Memahami berbagai jenis hacker dapat membantu Anda mengidentifikasi ancaman potensial dan mengambil langkah-langkah keamanan yang sesuai untuk melindungi diri dan organisasi Anda dari serangan cyber.