Dua pegawai Microsoft dipecat karena ikut aksi menduduki kantor presiden perusahaan demi memprotes hubungan dengan Israel. Microsoft menjelaskan bahwa pemecatan terjadi karena pelanggaran serius kebijakan dan kode etik, termasuk pembobolan kantor eksekutif.
Anna Hattle dan Riki Fameli menerima pesan suara yang memberi tahu bahwa mereka dipecat, kata kelompok protes No Azure for Apartheid dalam sebuah pernyataan.
Mereka termasuk di antara tujuh pengunjuk rasa yang ditangkap pada hari Selasa lalu setelah menduduki kantor presiden perusahaan tersebut, Brad Smith. Lima lainnya adalah mantan karyawan Microsoft dan orang-orang di luar perusahaan.
Microsoft Penting Bagi Israel
“Kami berada di sini karena Microsoft terus menyediakan alat penting bagi Israel untuk melakukan genosida dan menyesatkan karyawannya sendiri.” Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hattle pada hari Rabu, 27 Agustus, sebagai bentuk protes terhadap tindakan perusahaan Microsoft. Kelompok No Azure for Apartheid menuntut Microsoft memutus hubungan dengan Israel dan memberikan kompensasi kepada warga Palestina terdampak konflik.
Baca juga: Kisah Rayhan Bangun Banjarmasin di Roblox
Sebelumnya, Smith mengatakan, “Kami menghormati kebebasan berekspresi yang dinikmati setiap orang di negara ini selama mereka melakukannya secara sah.
Investigasi media menyatakan badan pengawasan militer Israel menggunakan Azure untuk menyimpan jutaan rekaman telepon warga Palestina di wilayah pendudukan.
Temuan ini berasal dari penyelidikan gabungan Guardian, +972 Magazine, dan Local Call terkait praktik pengintaian terhadap warga Palestina. Laporan gabungan itu mengungkap Israel sangat mengandalkan cloud Microsoft untuk melakukan pengawasan dan pemantauan luas terhadap warga sipil Palestina.
Menanggapi hal ini, Microsoft mengatakan bulan ini bahwa mereka akan meminta bantuan firma hukum Covington & Burling LLP untuk melakukan peninjauan.
Karyawan Microsoft lainnya sebelumnya juga telah memprotes hubungan perusahaan tersebut dengan Israel. Pada bulan April, pernyataan CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman disela oleh seorang karyawan pro-Palestina yang berunjuk rasa saat perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan teknologi tersebut atas hubungannya dengan Israel. Karyawan tersebut dan seorang karyawan lain yang berunjuk rasa juga dipecat.
Baca juga: Kapolda Metro Ungkap Nama 7 Anggota Brimob Pelindas Ojol Affan Kurniawan