
Nvidia kembali membuat gebrakan di dunia teknologi kecerdasan buatan. Kali ini, perusahaan yang dikenal sebagai raksasa GPU tersebut memperkenalkan Jetson Thor, sebuah superkomputer khusus untuk robot humanoid. Teknologi ini diklaim mampu membuat robot memiliki kemampuan bernalar lebih kompleks, mendekati cara berpikir manusia.
Jetson Thor: Otak Baru untuk Robot Humanoid
Jetson Thor dirancang sebagai modul AI berperforma tinggi yang dapat menjadi “otak” bagi robot generasi terbaru. Dengan dukungan GPU Blackwell dan memori besar 128 GB, Jetson Thor menawarkan lompatan kinerja signifikan dibanding pendahulunya, Jetson Orin.
Menurut laporan, Jetson Thor menghadirkan:
- 7,5 kali lebih kuat dalam komputasi AI,
- CPU 3,1 kali lebih cepat,
- Kapasitas memori dua kali lipat, sehingga mampu menjalankan beragam model AI generatif secara real-time langsung di dalam robot (edge computing).
Daya komputasi yang ditawarkan bahkan mencapai 2070 FP4 TFLOPS, angka yang sangat besar untuk ukuran modul kompak.
Menuju Era “Physical AI”
Nvidia menyebut kehadiran Jetson Thor sebagai langkah menuju era baru bernama Physical AI. Berbeda dengan AI berbasis cloud yang terbatas oleh koneksi internet, Jetson Thor memungkinkan robot humanoid berpikir dan mengambil keputusan secara mandiri di lapangan.
Dengan kemampuan ini, robot dapat:
- Merespons lingkungan dengan cepat,
- Berinteraksi lebih alami dengan manusia,
- Menjalankan tugas kompleks seperti logistik, manufaktur, hingga layanan publik.
Kemampuan bernalar yang lebih adaptif ini membuat robot semakin dekat dengan cara kerja otak manusia.
Harga dan Adopsi Industri
Jetson Thor ditawarkan dengan harga cukup kompetitif untuk kelas superkomputer:
- $3.499 untuk paket developer kit (Jetson AGX Thor),
- $2.999 untuk modul produksi (pemesanan 1.000 unit atau lebih).
Sejumlah perusahaan besar telah menunjukkan minat, di antaranya Amazon Robotics, Meta, Caterpillar, Boston Dynamics, dan Figure. Sementara itu, John Deere serta OpenAI disebut sedang mengevaluasi penerapannya.
Dampak ke Depan
Dengan hadirnya Jetson Thor, masa depan robot humanoid bukan lagi sekadar fantasi film fiksi ilmiah. Robot di pabrik, gudang logistik, hingga rumah sakit bisa beroperasi lebih mandiri, efisien, dan responsif terhadap situasi nyata.
Jika benar-benar terealisasi, langkah Nvidia ini bisa menjadi tonggak penting dalam menjembatani teknologi AI dengan kehidupan sehari-hari—membawa kita lebih dekat ke era di mana robot tidak hanya patuh pada perintah, tetapi juga mampu bernalar layaknya manusia.
Baca Juga: Truk Karnaval Kemkomdigi HUT RI 80: Robot AI dan SATRIA-1
Bagaimana menurutmu, apakah kehadiran Jetson Thor ini akan menjadi awal dari “robot cerdas” yang benar-benar mirip manusia, atau justru menimbulkan tantangan baru bagi manusia di masa depan?