Proses eject USB sering dianggap sepele oleh pengguna komputer. Padahal, langkah ini berperan penting dalam menjaga integritas data serta mencegah kerusakan sistem file. Jika dilewatkan, risiko kehilangan data hingga rusaknya perangkat penyimpanan bisa meningkat.
Mengapa USB Perlu di-Eject?
Menurut Stellarinfo, proses eject memastikan semua aktivitas baca-tulis pada USB telah selesai. Jika perangkat dicabut saat transfer data masih berlangsung, file berpotensi rusak atau hilang.
Sistem operasi modern memakai metode write caching, yaitu menunda penulisan data hingga operasi sistem selesai. Jika USB dicabut ketika caching masih aktif, data bisa tidak tersimpan dengan benar.
Risiko Tidak Melakukan Eject
- Kerusakan Data –> File bisa korup atau tidak terbuka jika dicabut mendadak.
- Hilangnya Data –>Transfer yang belum selesai dapat membuat data lenyap permanen.
- Kerusakan Sistem File –>Struktur logis USB dapat rusak, bahkan isi perangkat tak bisa diakses.
Cara Aman Mencabut USB
1. Quick Removal (Windows 10/11)
Opsi default ini menonaktifkan write caching, sehingga perangkat bisa dicabut langsung jika tidak ada aktivitas.
2. Better Performance
Mode ini mengaktifkan caching, sehingga wajib melakukan safely eject sebelum mencabut USB.
- Cara mengaktifkan: Control Panel > Device Manager > Properties > Policies > Better Performance.
3. Ikon Taskbar
Klik ikon Safely Remove Hardware, pilih perangkat, lalu tunggu notifikasi “Safe to Remove Hardware”.
4. Menu This PC
Klik kanan perangkat USB di jendela This PC, pilih opsi Eject.
Kesimpulan :
Meski terlihat sederhana, kebiasaan melakukan safely eject sangat penting. Langkah ini dapat melindungi data dari kerusakan, mencegah kehilangan file, sekaligus memperpanjang umur perangkat penyimpanan.
Baca Juga : Kenapa Gen Z Lebih Suka Texting daripada Telepon? Ini Alasannya